Forum Silaturahmi Muslim Morowali Gelar Pawai Obor Sambut Ramadhan 1447 H di Bahodopi
- Feb 18, 2026
- Tiya lestari
ikpofficial.kim.id– Bahodopi – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Forum Silaturahmi Muslim Morowali (Fosil Mumi) menggelar Pawai Obor Tarhib Ramadhan pada Senin malam (16/02/2026) di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Persatuan Menyambut Bahagia Ramadhan” ini dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WITA hingga selesai. Titik kumpul sekaligus lokasi start dan finish dipusatkan di Pelataran Masjid Raya Bahodopi. Peserta pawai akan berjalan kaki dengan rute Pelataran Masjid Raya Bahodopi – depan Pasar Malam Keurea – dan kembali ke pelataran masjid.
Ketua panitia menyampaikan bahwa pawai obor ini bukan sekadar tradisi menyambut Ramadhan, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarumat Muslim di Morowali. “Momentum ini kami harapkan dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan suci dengan penuh suka cita,” ujarnya.
Kegiatan ini terbuka untuk umum. Seluruh umat Muslim di Morowali dan sekitarnya diajak untuk berpartisipasi dan meramaikan malam tarhib dengan suasana religius yang tertib dan khidmat.
Guna menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama, panitia menetapkan sejumlah ketentuan. Peserta laki-laki dan perempuan akan dipisahkan sesuai arahan panitia. Setiap peserta diwajibkan menutup aurat dan dianjurkan mengenakan pakaian berwarna putih.
Selain itu, peserta tidak diperkenankan membawa alat peraga dalam bentuk apa pun, termasuk bendera. Panitia juga melarang membawa senjata tajam maupun benda berbahaya lainnya. Seluruh peserta diwajibkan mematuhi instruksi panitia selama kegiatan berlangsung. Untuk obor, panitia telah menyiapkannya secara langsung bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Fosil Mumi berharap masyarakat dapat menyambut Ramadhan 1447 H dengan hati yang lebih siap, suasana yang semakin akrab, serta tekad bersama untuk mempererat ukhuwah dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Morowali.